Pengertian Adaptasi Morfologi Menurut Para Ahli Dan Contoh Lengkap

Mungkin kita sudah sering mendengar kata adaptasi dalam kehidupan sehari-hari, adaptasi berasal dari bahasa latin yakni adaptare yang artinya menyesuaikan. Jadi, adaptasi ialah proses penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya. Salah satu contoh, siswa yang baru masuk di sekolah barunya, dia harus beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya yang juga baru. Tujuan dari adaptasi ialah untuk mempertahankan hidupnya. Ada beberapa jenis adaptasi, salah satunya yang akan kitabahas apakah itu adaptasi morfologi.

Pengertian Adaptasi Morfologi Menurut Para Ahli


Pengertian Adaptasi Morfologi Menurut Para Ahli


Menurut Para Ahli Pengertian adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk dan struktur tubuh atau alat-alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Tujuan adaptasi morfologi ini dilakukan untuk menyesuaikan bentuk tubuh dengan kondisi lingkungan, guna mempertahankan hidupnya. Karna setiap makhluk hidup mempunyai ciri khas bentuk dan struktur organ tubuhnya yang menggambarkan lingkungannya, maka adaptasi morfologi pada makhluk hidup sangat mudah dikenali.

Contoh-Contoh Adaptasi Morfologi Pada Makhluk Hidup


1. Contoh adaptasi morfologi pada manusia

  • Rambut manusia akan beruban karena bertambahnya usia manusia.
  • Kulit manusia memiliki rambut-rambut halus dan akan berdiri jika suhu udara rendah (dingin).
  • Kulit manusia akan berubah menjadi gelap jika terlalu lama terkena paparan sinar matahari.
  • Daun telinga yang menghadap kedepan agar mudah menerima rangsangan suara dari luar dan bersifat lentur, sehingga aman ketika tidur.
  • Lubang hidung yang menonjol keluar, sehingga mudah untuk bernafas dan  menghadap kebawah, sehingga tidak mudah kemasukan debu, air dan kotoran lain.


2. Contoh adaptasi morfologi pada hewan

Bentuk paruh pada bangsa unggas dapat dibedakan menjadi pemakan biji (paruh pendek dan kuat. Contohnya, burung dara, gereja dan perkutut), pemakan daging (paruh kuat, tajam dan melengkung bagian ujungnya. Contohnya, burung elang, gagak dan burung hantu), pemakan ikan (paruh burung berkantong. Contohnya, burung bangau, burung paruh udang dan burung pelikan) dan pengisap madu (paruh panjang dan runcing. Contohnya, burung cucak kombo dan kolibri).

Bentuk kaki atau cakar pada bangsa unggas dapat dibedakan menjadi tipe kaki perenang (memiliki selaput diantara jari-jari kakinya. Contohnya, bebek dan entok), tipe kaki pemanjat (memiliki dua jari kedepan dan dua jari kebelakang. Contohnya, burung pelatuk dan kutilang), tipe kaki petengger (memiliki empat jari yang berukuran kecil. Contohnya, burung pipit dan gelatik), tipe kaki pencengkeram (memiliki kaki pendek, kekar serta berkuku runcing. Contohnya, burung rajawali dan elang), tipe kaki dengan fungsi pemanjat dan menggenggam makanan (contohnya burung kakak tua) dan tipe kaki dengan fungsi mengais makanan (contohnya pada ayam).

Bentuk mulut pada serangga berdasarkan cara mendapatkan makanannya dapat dibedakan menjadi 5 tipe. Yakni tipe mulut penggigit (mulut yang pendek dan runcing. Contohnya semut, belalang dan rayap), tipe mulut penusuk (mulut yang tajam dan panjang. Contohnya nyamuk), tipe mulut penghisap (mulut seperti belalai yang bisa digulung dan dijulurkan. Contohnya kupu-kupu), tipe mulut penyerap (memiliki alat serap semacam spons atau gabus. Contohnya lalat), tipe mulut penjilat (mempunyai lidah panjang. Contohnya lebah).

3. Contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan

Tumbuhan yang beradaptasi di daerah kering atau kurang air disebut xerofit. Ciri-cirinya daunnya tebal, sempit, mampu berubah menjadi duri, sisik atau tidak memiliki daun. Permukaan tubuh dilapisi lapisan lilin, batangnya tebal, memiliki akar panjang. Contohnya tumbuhan kaktus, lidah buaya dan pohon kurma.

Tumbuhan yang dapat beradaptasi didaerah basah disebut higrofit. Ciri-cirinya daunnya tipis dan lebar, permukaan daun memiliki banyak stomata atau mulut daun. Contohnya tumbuhan lumut, tumbuhan paku dan tumbuhan daun ungu.

Tumbuhan yang beradaptasi diperairan atau di atas air disebut hidrofit. Ciri-cirinya berdaun lebar dan tangkai daun menggelembung berisi udara, memiliki rongga antar sel yang terdapat udara didalamnya (enceng gondok dan kiambang), akarnya di dalam air (tumbuhan teratai dan kangkung), memiliki dinding sel yang kuat dan tebal (tumbuhan hydrilla dan vallisneria), memiliki akar yang lebat (tumbuhan diareal pasang surut, contohnya tumbuhan bakau).
Tumbuhan yang beradaptasi pada tempat yang tidak terlalu kering atau basah disebut mesofit. Umumnya tumbuhan dikotil dan monokotil, contohnya tumbuhan mangga, rambutan, pepaya dan lain sebagainya.

Demikian kilasan lengkap mengenai pengertian adaptasi morfologi  beserta dengan contoh-contohnya. Semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.

0 Response to "Pengertian Adaptasi Morfologi Menurut Para Ahli Dan Contoh Lengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel